Penyebab, Gejala Mata Hordeolum dan Cara Mengatasinya

Penyebab Gejala Mata Hordeolum dan Cara Mengatasinya - obatpenyakitmata.com,- Hordeolum adalah istilah medis untuk infeksi ringan pada kelenjar yang ada di kelopak mata. Penyakit ini lebih dikenal dengan sebutan bintitan atau timbilan. Gejala mata hordeolum ditandai dengan terbentuknya benjolan merah pada kelopak mata yang disertai rasa sakit. Ada dua macam infeksi hordeolum, yaitu infeksi yang terjadi di dalam garis bulu mata (hordeolum internal) dan infeksi yang terjadi di luar garis bulu mata (hordeolum eksternal).

Penyebab Gejala Mata Hordeolum

iklan

Gejala mata hordeolum disebabkan oleh penyumbatan kelenjar minyak yang berada di sepanjang kelopak mata. Penyumbatan ini membuat kelancaran drainase kelenjar terganggu sehingga apabila ada bakteri yang terjebak di dalam kelenjar maka akan menimbulkan infeksi. Infeksi ini membentuk benjolan bernanah kemerahan dan peradangan. Bakteri yang menyebabkan infeksi hordeolum adalah Staphylococcus aureus.

Gejala mata hordeolum diawali dengan bengkak kemerahan pada kelopak mata kemudian muncul benjolan seperti jerawat yang menyakitkan. Selain itu, beberapa gejala yang biasanya menyertai hordeolum adalah mata berair, penglihatan menjadi kabur, terasa seperti ada benda asing di mata dan terdapat titik kekuning-kuningan pada benjolan.

Hordeolum biasanya dapat sembuh tanpa pengobatan dalam jangka waktu 1-2 minggu. Saat pertama kali muncul gejala mata hordeolum, segeralah lakukan kompres dengan air hangat 4-6 kali sehari. Kompres ini berguna untuk membantu kelancaran drainase sehingga dapat mempercepat penyembuhan. Namun, jika gejala hordeolum tak kunjung sembuh maka harus segera mendapatkan pengobatan dokter agar tidak membuat infeksi semakin parah dan menyebabkan gangguan lain seperti selulitis.

Cara Mengatasi Gejala Mata Hordeolum Secara Alami dan Secara Medis

Untuk mengobati gejala mata hordeolum secara medis, biasanya dokter akan memberikan antibiotik untuk menghilangkan infeksi. Obat antibiotik ini dapat berupa topikal (tetes mata atau salep) seperti neomycin,gentamycin, polimyxin B dan chloramphenicol. Selain itu, ada juga antibiotik oral (diminum) seperti amoksisilin, ampisilin, doksisiklin dan eritromisin. Jika pengobatan dengan menggunakan antibiotik tidak efektif maka biasanya dilakukan insisi atau sayatan. Dengan metode ini, isi hordeolum yang berupa nanah dikuras untuk memperlancar drainase dan mempercepat penyembuhan.

Gejala Mata Hordeolum dapat dicegah dengan menjaga kebersihan mata dan tidak menyentuh atau menggosok mata dengan tangan kotor. Selain itu, jangan memencet atau memecahkan benjolan hordeolum sendiri karena dapat menyebabkan infeksi yang lebih parah dan menyebar sehingga terjadi kerusakan mata.