Penyebab Gejala Mata Hipermetropi dan Cara Mengatasinya

Penyebab Gejala Mata Hipermetropi dan Cara Mengatasinya - obatpenyakitmata.com,- Hipermetropi merupakan gangguan pada mata yang membuat penderita dapat melihat dengan jelas objek yang letaknya jauh sedangkan objek yang dekat terlihat samar. Hipermetropi sering juga disebut dengan istilah hiperopia atau rabun dekat. Gejala mata hipermetropi terjadi karena kesalahan bias atau kelainan refraksi yang membuat bayangan cahaya jatuh di belakang retina.

Cara Mengatasi Gejala Mata Hipermetropi

iklan

Penderita gejala mata hipermetropi dapat ditolong dengan menggunakan kacamata positif atau berlensa cembung. Refraksi atau pembengkokan cahaya dan kesalahan bias membuat cahaya tidak difokuskan ke retina dengan benar. Hal ini terjadi karena adanya kelainan pada bola mata atau karena faktor usia. Dengan pemakaian kacamata berlensa cembung, cahaya yang tadinya jatuh di belakang retina akan difokuskan kembali tepat di retina.

Jika anda tidak mau memasang lensa atau kacamata anda bisa mencoba menjalani pengobatan dengan obat herbal penyakit mata yang kami jual yaitu walatra sehat mata softgel. Dengan mengkonsumsi secara rutin anda melakukan pengobatan gejala mata hipermetropi dari dalam secara bertahap. Walatra sehat mata softgel ini aman dikonsumsi baik untuk anak maupun untuk dewasa. Jika anda ingin memesan langsung saja hubungi kontak dibawah ini kami :

BBM SMS Wa
2B364191 085 223 808 444 085 223 808 444

Penyebab Munculnya Gejala Mata Hipermetropi

Mata hipermetropi disebabkan oleh lensa mata yang terlalu pipih yang membuatnya tidak dapat mencembung optimal sehingga bayangan yang dibentuk lensa mata jatuh di belakang retina. Adapun penyebab lain gejala mata hipermetropi yaitu :

  • Sumbu utama bola mata terlalu pendek akibat mikropthalmia, retinitis sentralis dan ablasio retina
  • Daya pembiasan bola mata terlalu lemah akibat gangguan refraksi kornea, aqueus humor dan vitreous humor yang biasa dialami oleh penderita diabetes
  • Kurangnya kelengkungan kornea dan lensa
  • Perubahan posisi lensa menjadi lebih posterior

Gejala mata hipermetropi dapat dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa. Pada orang dewasa gangguan mata ini ditandai dengan sering menyipitkan mata agar dapat melihat dengan jelas, kesulitan melihat benda yang jaraknya dekat, cepat mengalami kelelahan mata setelah membaca buku atau menatap layar komputer. Sementara itu, gejala yang dialami oleh anak-anak penderita hipermetropi adalah sering berkedip dan menggosok mata, menyipitkan mata untuk melihat benda dekat, sakit kepala, mata merah dan memiliki masalah saat membaca.

Selain mengkonsumsi walatra sehat mata softgel, untuk mengatasi gejala mata hipermetropi dapat dilakukan dengan bantuan kacamata dan lensa kontak. Cara ini merupakan solusi paling mudah dan murah untuk mengatasi hipermetropi. Kacamata dan lensa kontak yang dipakai adalah yang berlensa positif atau cembung. Selain itu, operasi bisa menjadi pilihan untuk mengobati hipermetropi dan biasanya dipilih sebagai alternatif apabila tidak ingin menggunakan kacamata ataupun lensa kontak.